Diterbitkan pada: 23 April 2025
Surabaya, Kemendikdasmen — Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nia Nurhasanah, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan SEAMEO CECCEP (Southeast Asian Ministers of Education Organization Centre for Early Childhood Care Education and Parenting) dan UNICEF melalui inisiatif Child Friendly Cities Initiative (CFCI). Direktur PAUD memberikan apresiasi atas keberhasilan Surabaya menghasilkan nota kesepahaman untuk memperkuat program perlindungan layanan PAUD secara menyeluruh untuk warga Surabaya, sehingga program Wajib Belajar 13 Tahun dan 1 tahun prasekolah dapat terwujud. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran dan dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya, khususnya kepada Ibu/Bapak Wali Kota dan Bunda PAUD di Kota Surabaya, yang selama ini telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan anak usia dini. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan program ini,” ujar Direktur PAUD dalam kegiatan Pendampingan Kelembagaan dan Manajemen PAUD Tahun 2025, Penandatanganan MoU SEAMEO CECCEP Regional ASEAN dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) UNICEF Child Friendly Cities Initiative (CFCI) dengan Pemerintah Kota Surabaya, serta Penguatan Program Prioritas Pendidikan Anak Usia Dini, Selasa (22/4). Melalui kegiatan ini, Direktur PAUD berharap seluruh pihak dapat saling bersinergi dan menyatukan langkah untuk menjadikan PAUD sebagai prioritas nyata, bukan sekadar wacana. “Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan mendidik bagi setiap anak, agar mereka tumbuh menjadi generasi unggul, sehat, dan berkarakter,” ujar Nia. Sebagai kota di Jawa Timur dengan jumlah penduduk usia 0-18 tahun sebanyak 829.348 orang, Surabaya berkomitmen untuk menjadi kota yang ramah anak. Komitmen ini sejalan dengan visi “gotong royong menuju kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan” yang dituangkan dalam misi untuk mewujudkan kesejahteraan anak, pembentukan anak dengan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, peningkatan infrastruktur untuk anak, serta pembangunan layanan publik yang ramah anak dan perlindungan hukum bagi anak. Peluncuran Program Inovatif Penandatanganan MoU dibarengi dengan peluncuran sejumlah program inovatif. Salah satunya adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dalam program ini, dua nilai khas Kota Surabaya, yaitu berani dan gotong royong, diintegrasikan bersama aplikasi pemantauan perkembangan anak. Selanjutnya, Pemkot juga akan memperkenalkan program “Kenari” atau Kenali dan Deteksi Tumbuh Kembang Secara Dini. Program ini dirancang untuk membantu orang tua dan pendidik mendeteksi perkembangan anak sejak dini. Selain itu, akan di luncurkan buku berjudul “Amira dan Gadget”, yang ditulis oleh Bunda PAUD Surabaya melalui komunitas Puspa Srikandi. Buku ini bertujuan mengedukasi anak tentang penggunaan teknologi secara bijak. Program lain yang turut diluncurkan adalah “Rumah Perubahan”, yang fokus pada penanganan anak-anak dengan permasalahan sosial. Program ini menjadi bagian dari pendekatan holistik Pemkot Surabaya dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visinya menjadikan Surabaya sebagai kota terbaik untuk tumbuh kembang anak. “Sebagai orang tua, saya memahami bahwa tidak ada yang lebih berharga dari masa depan anak-anak kita. Kemitraan strategis ini akan memperkuat upaya kita dalam memberikan pendidikan dan perlindungan terbaik bagi generasi penerus Surabaya,” kata Eri. Program CFCI UNICEF di Surabaya akan fokus pada lima area prioritas, yaitu: (1) peningkatan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak; (2) penguatan partisipasi anak dalam perencanaan, penganggaran, dan pengawasan pembangunan; (3) peningkatan kapasitas dan koordinasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha; (4) peningkatan kesadaran dan dukungan masyarakat terhadap hak-hak anak; dan (5) peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan data terkait situasi anak di Kota Surabaya. Peningkatan Kapasitas Guru PAUD Kerja sama Kota Surabaya dengan SEAMEO CECCEP akan difokuskan pada peningkatan kapasitas guru PAUD dan orang tua. Hal ini dilakukan melalui implementasi Modul Gembira, yang dirancang untuk memudahkan transisi dari PAUD ke sekolah dasar. Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyampaikan bahwa pencegahan dini dalam perlindungan anak sangatlah penting. Ia berharap program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bisa mendukung pembentukan karakter anak sejak usia dini. “Dengan menambahkan nilai keberanian dan gotong royong, kami menanamkan semangat khas Surabaya dalam diri anak-anak. Sementara itu, buku Amira dan Gadget diharapkan bisa jadi media perlindungan anak di era digital,” katanya. Direktur SEAMEO CECCEP Regional ASEAN, Vina Adriany, menyoroti pentingnya 'Modul Gembira'. "Modul Gembira kami dirancang untuk mengubah bagaimana anak-anak bertransisi dari pendidikan anak usia dini ke sekolah dasar. Melalui kemitraan kami dengan Surabaya, pendekatan berbasis penelitian ini akan menjangkau ribuan pendidik dan orang tua, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan yang menghormati kebutuhan perkembangan anak,” ucapnya. Perwakilan UNICEF, Tubagus Arie Rukmantara, atas nama Ibu Yoshimi Nishino, Chief of Social Policy UNICEF Indonesia, menyatakan apresiasinya atas komitmen dan kinerja Pemkot Surabaya. "Surabaya merupakan salah satu kota pelopor di Indonesia yang mengajukan diri menjadi bagian dari jaringan global CFCI UNICEF, yang saat ini mencakup lebih dari 40 negara di dunia. Kami berharap Program CFCI ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dan di kawasan Asia Pasifik dalam membangun kota yang layak dan ramah bagi anak-anak." Ujar Tubagus. Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV, Kementerian Dalam Negeri, Paudah, menyatakan "Kerja sama dengan UNICEF melalui RKT CFCI adalah langkah strategis untuk memastikan kota-kota di Indonesia, termasuk Surabaya, mengintegrasikan perspektif hak anak dalam setiap kebijakan perencanaan dan pembangunan. Program PAUD di Surabaya juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan ramah bagi anak-anak. Kami sangat mendukung segala upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini dan mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia secara holistik." Dukungan BAPPENAS Direktur Kesehatan dan Gizi (KGM) BAPPENAS RI, Diah Lenggogeni, selaku Ketua Tim Teknis Kerja Sama RI-UNICEF, menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan rencana pembangunan nasional. "Dari perspektif perencanaan nasional, pendekatan holistik Surabaya terhadap perkembangan anak usia dini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan kita. BAPPENAS mendukung inisiatif ini karena mewakili jenis pemrograman terintegrasi berbasis bukti yang mendorong kemajuan nasional jangka panjang." Deputi Pemenuhan Hak Anak (PHA) KemenPPPA RI, Pribudiarta Nur Sitepu, dukungan kementerian terhadap program tersebut. "Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sepenuhnya mendukung pendekatan komprehensif Surabaya terhadap perlindungan anak, khususnya inisiatif 'Rumah Perubahan' untuk anak-anak dengan masalah sosial." Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, meliputi perwakilan dari kementerian nasional, pejabat pemerintah daerah, Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan, guru dan tenaga kependidikan, organisasi mitra PAUD, LSM/NGO Peduli Anak, tokoh masyarakat dan anak-anak dari Forum Anak Kota Surabaya dan Organisasi Pelajar Surabaya, dengan total peserta mencapai 401 orang yang hadir secara luring, serta peserta lainnya yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube. (Penulis: Herry Hartawan / Editor: Eko Harsono, Stephanie, Denty A.)
Penulis: Stephanie Westiana
Editor: Denty Anugrahmawaty